Question? +62812 1829 2560 5A75507B
Workshop & Office Jl.Merapi No.2 Taman Tangkuban Perahu
Kec.Setiabudi Kel. Guntur Jakarta Selatan 12980

"SCREEN PRINTING ON BUDGET & BASIC KNOWLEDGE"


Hi, perkenalkan saya Angga Satria dari youthees apparel Jakarta, 8 Tahun lalu saya memulai usaha Sablon manual yg sekarang sudah berkembang menjadi konveksi dan clothing industries,

Berapa modal awal yg saya punya ketika awal membuka usaha tersebut ? 300.000 Rupiah, Wait whaat ??? 300 ribu, yes dengan angka segitu ternyata sudah bisa utk memulai suatu kegiatan usaha sablon manual, dengan tempat yg tidak menyewa alias di garasi rumah, 

tp untuk jaman sekarang sepertinya udah "ga make sense" yah
Allright pada kesempatan kali ini saya akan mencoba utk menulis sebuah artikel mengenai :

Screen Printing on Budget & Basic Knowledge, terlebih untuk adik2 yg masih sekolah dan mau mencoba untuk membuka usaha sablon manual krn pada saat sy memulai dulu juga sy masih sangat muda, masih semester awal2 kuliah, dan menurut saya usaha yg dirintis sejak usia muda memiliki peluang utk bisa survive dan berkembang dikarenakan owner pada usia muda akan lebih memiliki passion & semangat juang yg lebih spartan,




karena kalau hanya untuk mencari keuntungan material semata membuka usaha sablon bukanlah pilihan bijak krn owner / pemilik usaha harus mempunyai passion atau minat lebih utk bisa melakukan hal teknis pada bidang pekerjaan ini krn banyak sekali variabel dalam menentukan kesuksesan pd bidang usaha sablon manual baik dari sisi teknis keja, management usaha, orientasi bisnis, sampai kpd equipment, dll

tanpa passion dan mentalitas yg kuat semua hal ini akan terasa sangat membebani, namun apabila kita memiliki passion atau kita menyukai bidang pekerjaan ini, semua bisa kita lalui dengan baik krn apabila kita senang melakukan suatu bidang pekerjaan maka semua hal yg termasuk salah satu bidang usaha industri kreatif ini  akan terasa ringan dan"FUN" untuk diperdalam dan dikembangan secara seksama, lalu apa saja sih peralatan yg dasar yang dibutuhkan utk membuka usaha sablon manual ?



Well ini akan menjadi basic RULE banget buat kalian yg emang pgn mau mencoba, krn sebenarnya banyak banget equipment dan tools lain diluar yg saya uraikan diatas, yg menurut sy akan berguna dengan tujuan untuk memudahkan dalam menyelesaikan setiap job order yg masuk,
namun kembali lg saya ingatkan bahwa SDM ( Sumber Daya Manusia ) dalam bidang usaha ini adalah yg paling utama, sedangkan equipment hanyalah alat yg akan membantu kita dalam bekerja, tools & Equipment diatas ini lah yg sebenarnya paling utama,

jangan lupa "PASSION" dan mentalitas yg baik serta kuat juga penting banget untuk dipersiapkan guna membentengi diri setiap menemukan masalah agar tidak mudah menyerah, dan teruslah mencari solusi ,

Khusus pada artikel kali ini sy akan membuat suatu skema "Budgeting" yg paling minimum namun tetap bisa menghasilkan output produksi dalam kategori satuan maupun lusinan plus dengan hasil sablonan yg berkualitas basic dan sangat standar namun tetap mengacu pd kualitas pada hasil akhir yg dapat "menjual



KOMPUTER / LAPTOP
akan sangat berguna dan sy masukan kedalam primary equipment krn sbg owner sebuah usaha sablon haruslah paling tidak untuk bisa menguasai ilmu dasar dalam "PISAH WARNA" yg berguna untuk pembuatan film/klise sablon manual,

Budget utk kriteria komputer / Laptop tentu variatif bergantung pada spek dan teknologinya namun sebuah perangkat komputer / laptop dengan harga dibawah 10 juta sudah dapat digunakan untuk pembuatan film/klise sablon manual,

yg terpenting adalah perangkat ini harus dapat mendukung software PHOTOSHOP - ADOBE ILLUSTRATOR - CORELDRAW tanpa lagging
sy ilustrasikan kawan2 sudah mempunyai perangkat komputer / laptop ini sehingga saya tidak masukan kedalam anggaran

MEJA & PAPAN

Meja jenis apakah yg cocok utk seorang praktisi usaha pemula ? dan apa fungsi utama nya ?

menurut saya meja persegi panjang dengan tinggi sekitar
70-80cm ( setinggi pinggang ) apabila terlalu rendah akan terasa pegal krn harus membungkuk ketika proses gesut dan apabila terlalu tinggi akan mengurangi daya tekan ketika proses gesut berlangung,
lebar sekitar 50-80 cm dan panjang meja dapat




apa fungsi utama dari meja ini ? yaitu sebagai media utama untuk menempelkan material bahan yg akan disablon dan dapat di upgrade nantinya dengan membuat :

papan dengan minimal ukuran 40x60 ( utk kaos jadi ) dan papan dengan ukuran lebih besar utk kaos dalam bentuk potongan ( 60 x 80 ) yg nantinya meja persegi panjang yg telah kita buat  tetap dapat digunakan sebagai tempat untuk meletakan papan2 yg telah ditempelkan bahan,

untuk Kebutuhan Basic dapat melakukan sablon "tembak"  tanpa patokan dapat dilihat pada gambar diatas dan dibawah sablon dengan teknik "tembak" tanpa adanya REL ALUMUNIUM & STOPPER BULAT serta tidak adanya CATOK T pada screen dan Baut Screen, dimana penyablon harus "menembak" sendiri posisi sablon pada kain, tanpa adanya alat bantu sebagai patokan sablon, 




upgrade dlm bentuk papan2 ini berguna untuk menaikan output produksi 

( semakin banyak papan semakin banyak hasil sablonan yg dapat kita kerjakan ) biasa disebut dengan sablon dengan meja / papan banting, sistem meja sablon papan banting ini dapat ditambahkan dengan alumunium rel berbentuk C sebagai patok dalam menyablon manual.

SCREEN
Kain screen didunia screen printing / sablon manual, ialah kain yang berfungsi untuk menyaring tinta, lem, serbuk, dan sebagainya agar tercetak ke media yang akan digunakan. Kain screen ini dapat dipasang pada frame/bingkai. Bingkai yang dapat digunakan biasanya berbahan kayu dan alumunium.

Kain screen memiliki beberapa jenis dan type. fungsinya untuk mengetahui banyaknya helai benang dalam hitungan persentimeter, yang dapat dipakai sesuai fungsi dan kegunaannya,

Ada 2 sebutan yaitu Tick (T) dan Mesh (M):

§  TICK (T) :  istilah ini biasanya dipakai di asia (seperti Jepang dan Korea),  Perhitungannya adalah jumlah benang setiap 1 cm.
Misalnya: T 77 berarti ada 77 helai benang setiap 1cm,

§  MESH (M ) :  istilah ini biasanya dipakai di eropa,  Penghitungannya adalah jumlah benang per inchi / setiap 2,5cm misalkan: M 150  berarti ada 150 benang setiap 2,5 cm,


Screen yg biasa digunakan untuk sablon tekstil dengan material bahan produksi seperti kaos & sweater biasanya memiliki lubang pori-pori yang cukup besar,
Umumnya pori-pori yang besar ini mampu menyalurkan tinta dalam jumlah yang cukup banyak dan tebal,

Ada beberapa jenis ukuran screen kasar yang cocok digunakan di macam-macam kain yakni :

·        Screen T 48 - T 55 untuk mencetak sablon pada bahan kaos dan sweater dengan tinta clear yg ditambahkan serbuk / powder dapat berupa serbuk metalik - serbuk emas - serbuk glow in the dark - serbuk reflective dsb

screen dengan kain ini juga dapat mencetak dengan tinta / pasta rubber khususnya putih ( pasta jenis ini mudah mampat maka dari itu membutuhkan screen dengan pori yg lebih besar )

·        Screen T 61 untuk mencetak tinta sablon dengan tinta / pasta rubber putih atau rubber warna dapat pula digunakan untuk tinta Discharge

·        Screen T 77 untuk mencetak tinta / pasta sablon dengan design yg cenderung lebih memerlukan detail dan dengan tinta yg mendukung yaitu yg tidak mudah mampat di screen ( plastisol ) - Superwhite - Discharge  maupun rubber dengan kualitas export

·        screen T 120 digunakan untuk sablon dengan tinta plastisol dengan teknik pisah warna raster, baik Simulated Color - CMYK process - maupun Spot Color Process

SCREEN MESH FREQUENTLY ASKED QUESTIONS :

Mengapa pasta rubber warna dan Rubber putih dapat dicetak dengan kain screen T48 T55 T61 sampai T77 ? apakah yg membedakan dan faktor apa yg menentukan ?

- Answer : yg membedakan ialah output atau hasil akhir dalam bentuk tekstur handfeel yg lebih terasa tipis dan halus apabila dicetak dengan kain screen yg lebih halus seperti T 61 dan T 77

sebaliknya handfeel atau hasil akhir pasta rubber akan terasa lebih tebal apabila dicetak dengan screen dengan pori2 lebih besar seperti T 48 dan  T 55
Mengapa Demikian ? Krn screen dengan pori2 lebih besar akan membuat tinta / pasta rubber lebih banyak utk dapat  turun dan keluar ketika proses gesut

berlangsung sehingga proses cetak cenderung lebih cepat minimal 2x naik tiap warna sudah cukup ( bahan warna gelap/hitam ), krn tinta akan menutupi serat kain lebih banyak namun dengan handfeel yg lebih terasa tebal

begitupula sebaliknya proses cetak tinta / pasta rubber dengan screen yg lebih halus akan membuat tinta lebih sedikit turun & keluar sehingga memerlukan minimal 3x naik tiap warna ( bahan warna gelap/hitam ) namun akan memberikan handfeel sablon terasa lebih lembut & tipis

pengunaan HEATPRESS akan memberikan perbedaan yg sangat signifikan untuk proses finishing sablon khususnya sablon dengan tinta / pasta rubber kita cukup menggunakan screen T48/T55 dipilih untuk kecepatan kerja untuk rubber putih & warna lalu finishing dengan heatpress 120 derajat selama 15 detik dan tekanan press sedang akan memberikan hasil sablon dengan handfeel yg lembut - tipis & halus

Faktor yg menentukan antara Tinta / pasta RUBBER dan kesesuaian antara design yg akan dicetak dengan viscositas ( kekentalan ) tinta/pasta dan kain screen ialah semakin besar bidang sablon ( blok vector ) maka pengunaan screen yg lebih kasar diperlukan T48 dan T55 untuk mencegah mampat dan memudahkan dalam proses gesut, 

sedangkan untuk design dengan tulisan huruf / angka atau beberapa garis yg tidak terlalu tipis dapat menggunakan screen yg lebih halus yaitu T 61 dan T 77,
apa itu VISCOSITY / VISCOSITAS ?
kekentalan dari sebuah pasta / tinta baik waterbase seperti

RUBBER - SUPERWHITE- DISCHARGE
maupun tinta dengan basis minyak seperti PLASTISOL pasti memiliki kekentalan yg berbeda semakin kental suatu pasta / tinta akan semakin berat untuk di gesut namun akan lebih cepat keluar warna & menutup pori2 kain, berlaku sebaliknya.



RAKEL / SQUEEGEE

 

ada 2 hal yang paling penting dalam pemahaman tentang rakel yg digunakan untuk proses gesut yaitu durometer dan bentuk daripada rakel itu sendiri

 

Durometer adalah instrumen yang menggunakan prinsip yang digunakan untuk mengukur kekerasan ( Hardness ) dari karet RAKEL / SQUEEGEE

 

secara garis besar terdapat 2 jenis durometer yg digunakan dalam dunia screen printing textile berdasarkan kepada viscositas dari kebutuhan cetak

 

masing-masing  tinta/pasta yaitu :

 

durometer dibawah 70 untuk sablon Waterbase ( Rubber - SW - Discharge ) dan Durometer diatas 70 untuk sablon Solventbase ( Plastisol )





Dapat dilihat pada gambar ada beberapa bentuk rakel namun pada umumnya dalam proses cetak sablon kain digunakan dua bentuk saja    

( pada kotak merah ) yaitu bentuk PLAIN - Rakel papak / Kotak dan Bentuk Rakel D-cut - Rakel Lancip, dengan gagang Alumunium atau Gagang Kayu.

 

 

Berikut Ilustrasi Angle / sudut kemiringan yg baik untuk jenis Rakel Plain - Rakel Papak / Rakel Kotak



Berikut Ilustrasi Angle / sudut kemiringan yg baik untuk jenis Rakel D-Cut / Rakel Lancip



Hair Dryer & Heatgun
Berguna sebagai pengering Screen sablon dan pengering tinta sablon ada banyak merk dan variasi harga dipasaran sesuaikan dengan anggaran belanja kalian, khusus untuk tinta plastisol tidak dapat matang dengan hair dryer saja minimal harus menggunakan HEATGUN,
akan lebih baik apabila ada curing untuk pengering plastisol ditambah lagi finishing HEATPRESS 160-170 derajat selama 12-15 detik dengan tekanan / preasure sedang, dikarenakan tinta plastisol haruslah matang bukan sekedar kering seperti halnya tinta / pasta waterbase sepert Rubber / Superwhite,
dan kematangan tinta Plastisol akan terjadi pada suhu 160-180 derajat celcius ( Suhu tinta bukan suhu Heatgun / curing ) dapat di cek dengan menggunakan laser temperature gun, dan bagi yg sudah berpengalaman mencetak tinta plastisol cukup dilihat dari perubahan tekstrure menjadi sedikit lebih kilap dan keluarnya asap ketika dilakukan proses pengeringan dengan heatgun / curing, menandakan plastisol telah matang, juda dapat di cek dengan menarik hasil sablon plastisol apabila lentur dan tidak pecah / retak jg menandakan plastisol telah matang dengan baik,




SEMPROTAN BURUNG
Berguna untuk menyemprot dan membuka hasil EXPOSE film / klise pada screen sablon yg sudah di sinari dengan LAMPU / MATAHARI,




SECONDARY EQUIPMENT

secondary Equipment ialah alat penunjang kegiatan produksi yg dapat dilengkapi di kemudian hari setelah PRIMARY Equipment sudah memadai dan sudah ada modal tambahan, apabila sejak awal sudah ada Dana alangkah lebih baik untuk langsung melengkapi PRIMARY dan SECONDARY EQUIPMENT secara Bersamaan


HEAT PRESS

Ada banyak sekali merk dan jenis Heatpress yg beredar dipasaran yg umum digunakan adalah ukuran 38x38 atau 40x60 sesuaikan dengan budget dan kenali fungsi utama dari mesin heatpress bukan sebagai alat pengering namun sebagai finishing untuk hasil akhir sablon yg lebih tahan lama serta handfeel yg lebih rata dan halus serta dapat digunakan untuk sablon digital dengan transfer paper atau bisa juga digabungkan antara sablon manual dan digital transfer paper, pada artikel berikutnya akan coba saya sampaikan bagaimana cara melakukan nya.




PRINTER

Printer apa yg dapat digunakan untuk mencetak master film / Klise sablon manual ?
umum digunakan printer merk EPSON atau HP ukuran A3 ataupun A4 dapat disesuaikan dengan Budget, tentu printer dengan ukuran A3+ lebih dapat bermanfaat krn rata2 order sablon berukuran A3 dan printer yg dapat mencetak ukuran A3+ tentu dapat mencetak ukuran A4,

dapat pula digunakan printer yg khusus dapat mencetak inkjet film seperti HP Designjet T120 dengan area print A1 kelebihan dari inkjet film adalah hasil cetak tidak "shrink" atau susut dikarenakan printer  dengan jenis tinta cair  tidak memerlukan panas utk pengeringan tinta seperti halnya pada printer LASER yg menggunakan TONER, perbedaan nya hanya pada FILM atau media cetaknya saja, 

pada INKJET film media Plastik sedikit agak berwarna putih yaitu coating ( ini area yg di print ) pada mika film tersebut berguna agar tinta dapat menempel, berbeda cara kerja dengan printer LASER dimana MIKA film TRANSPARAN bening tanpa coating dapat langsung di print dikarenakan terdapat TONER dan Panas dari sistem kerja printer laser untuk mengeringkan tinta,

namun kekurangan nya hasil cetak pada kertas kalkir / MIKA dapat susut beberapa milimeter yg akan sedikit merepotkan pada saat  register / format film untuk expose dari hasil cetak printer ke SCREEN sablon 


Apakah bisa Printer EPSON mencetak INKJET FILM ? tentu saja bisa asalkan menggunakan tinta original EPSON selain menjaga printhead tetap awet  tinta original EPSON juga sangat baik kualitasnya

perbedaannya kita harus memotong sendiri INKJET FILM kedalam ukuran A4 atau A3+ atau membeli INKJET film dengan ukuran tersebut, berbeda dengan HP DESIGNJET T120 yg INKJET film nya sudah tersedia dan compatible dengan ukuran printer " JUST PLUG & PLAY "

Apa kegunaan dari INKJET FILM ? tentu untuk mempermudak dalam proses EXPOSE & menyemprot gambar AFDRUK dengan design yg detail dan halus apalagi design2 dengan teknik SIMULATED COLOR / CMYK PROCESS yg menggunakan teknik Pisah Warna Raster, untuk design Blok Vector cukup menggunakan kertas HVS yg dilumuri SOLAR / Minyak usahakan yg berwarna Bening / Transparan.

MEJA AFDRUK / EXPOSURE TABLE
Meja Afdruk Berguna untuk membuat film sablon yg telah di print pada printer baik HVS yg telah dilumuri minyak agar menjadi transparan, maupun inkjet film dan setelah dilakukan format / setting register pada screen sablon yg bersih dapat di afdruk / expose pada meja afdruk yg telah kita buat, lama dari penyinaran tentu berbeda kita harus mencoba sendiri sampai menemukan yg sesuai yaitu tidak terlalu lunak ketika di semprot dan tidak juga terlalu keras ketika di semprot, kita juga dapat melakukan proses expose pada sinar matahari langsung dimana film yg sudah di print diletakan diatas screen lalu letakan kaca bening sebagai penjepit agar tidak ada GAP / Jarak antara kain screen yg telah dioles cairan emulsi dan telah kering dengan film/klise hasil print yg sudah kita atur posisi pada screen, arahkan pada sinar matahari yg terik selama beberapa detik biasanya 5-10 detik sudah cukup, mengapa expose dengan matahari jauh lebih cepat daripada meja afdruk dengan lampu TL biasa atau lampu UV sekalipun ?

hal ini Dikarenakan utk proses SCREENING / EXPOSING FILM SABLON dibutuhkan "SPECTRUM" cahaya dengan resonansi tinggi dimana cahaya dengan kandungan ULTRAVIOLET yg lebih tinggi tentu akan mempercepat proses screening film sablon ini, dan Matahari adalah sumber utama daripada itu semua dengan spectrum cahaya yg kuat dan ultraviolet yg paling tinggi.





Dari Tabel diatas Dapat kita mulai untuk membuat perencaan awal dalam rangka memulai kegiatan sablon manual, baik dengan maksud sekedar untuk penyaluran HOBI cukup dengan EQUIPMENT PRIMARY & CONSUMABLE saja sudah bisa berjalan,
maupun untuk memulai sebuah skala Usaha Jasa dan Produksi rumahan / UKM, dapat langsung dilengkapi tools & equipment PRIMARY & SECONDARY serta CONSUMABLE INKS & ADDITIVE,

Dapat pula disimpulkan bahwa membuka sebuah usaha rumahan sablon manual dapat dimulai dari angka ratusan ribu sampai puluhan bahkan ratusan juta, masih banyak sekali VARIABEL TOOLS & EQUIPMENT serta TEKNOLOGI PRODUKSI yg harganya mahal namun akan sangat membantu dalam mempercepat WORKFLOW & mengejar OUTPUT PRODUKSI

seperti yg telah sy sampaikan pada awal artikel ini, bahwa yg paling penting adalah SDM yg memahami proses sablon dari pisah warna & proses EXPOSE pembuatan film/klise sampai kepada proses cetak  dengan tinta sesuai dengan keinginan pemesan / keinginan kita sendiri,

ditambah lagi dengan pengetahuan umum maupun spesifik tentang jenis-jenis kain yg berkualitas maupun standar produksi, kita selaku pengrajin tentu dapat menjual lagi dengan suatu VALUE / NILAI tambah pada Segi Design - Gimmick - Packaging dan Service kepada pemesan brand clothing yg akan kita bangun dari hulu sampai ke hilirnya,

disinilah seharusnya letak kekuatan para praktisi usaha SABLON & KONVEKSI sehingga tidak terpaku pada adanya order dari pemesan yg cenderung meminta harga serendah mungkin dengan waktu kerja secepat mungkin, walau tidak semua dan harus dijaga dengan baik POTENSIAL BUYER pd rumah produksi kita masing-masing, dan kemungkinan besar yg akan membuat para praktisi usaha pemula akan menjadi terbiasa dengan lingakaran kerja yg kurang bersahabat ini,

dimana pada akhirnya akan dirasakan kurang "WORTH IT" pendapatan / pemasukan usaha dan pengeluaran cost produksi menjadi tidak seimbang sehingga usaha akan sangat sulit berkembang krn tidak adanya budget utk pengembangan usaha dalam segi melengkapi tools & equipment, teknologi produksi dan ekspansi pasar serta menciptakan momentum segmentasi pasar tersendiri,

sudah banyak praktisi usaha yg terjebak persaingan usaha yg semu dimana sebenarnya kita bisa keluar dari lingkaran tersebut dengan menambah pengetahuan dalam bidang BRANDING & MARKETING,

SEKIAN ARTIKEL yg dapat saya sampaikan ini semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian dan mudah2an sy dapat membuat artikel yg lebih baik lagi.

TERIMA KASIH, CIAO.